====== ULANGAN KENAIKAN KELAS (UKK) DILAKSANAKAN TANGGAL 11-15 JUNI 2012 ======= PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB)TAHUN PELAJARN 2012/2013 TANGGAL 25 - 28 JUNI 2012

Senin, 21 Mei 2012

Konferensi Kepala Sekolah ASEAN : Sistem Merit dan Traffic Light


Delegasi Brunei menyajikan kisah sukses  menerapkan  Sistem Merit dalam memicu prestasi siswa. Model ini terkenal di Amerika dengan menggunakan Time Token Ekonomi. Penyaji berikutnya mendeskripsikan kisah sukses  mengembangkan kecepatan belajar siswa melalui penerpan Pendekatan Lampu Lalulintas . Model ini jelas dikembangkan dari ide inovatif yang didukung kebolehan mempresesntasikan keunggulan mengelola sekolah.
Delegasi dari Brunei Darussalam Hj Susilawati dan  Hjh Sarifah menyajikan best practice tentang bagaimana mengintegrasikan dua pendekatan untuk membangun karakter siswa yang kompetitif melalui penerapan sistem merit dan pendekatan lampu lalulintas.
Sistem merit disajikan oleh Hj Susilawati yang mengangkat pengalaman sukses di sekolahnya, Secondary School-sekolah menengah Mengkalait, yang telah sukses mengembangkan karakter  siswa melalui pemberian penghargaan yang dirancang secara bersistem dengan siklus tahunan.
Sementara Hj. Sarifah menyajikan pengalaman sukses melalui pendekatan lampu lalu lintas. Secara berkala di sekolahnya siswa dikelompokan dalam tiga kategori.  Kelompok hijau adalah siswa yang secara faktual mencapai hasil belajar yang melebihi harapan. Kelompok kuning adalah siswa yang mendapatkan hasil belajar memenuhi batas minimal atau standar, dan kelompok merah  meliputi sejumlah siswa yang mendapatkan hasil belajar kurang memuaskan alias belum memenuhi standar.
Penerapan keduanya memerlukan komitmen kepala sekolah dan guru secara berkelanjutan. Sekolah memantau perkembangan secara berkala. Dalam penerapan sistem merit sistem pemantauan focus pada perkembangan  prilaku siswa yang memenuhi target yang diharapkan. Setiap perkembangan positif diberi penghargaan. Setiap penghargaan terhadap siswa dicatat dan dihitung dalam setiap waktu tertentu.  Pada tiap bulan, penghargaan yang siswa peroleh dihitung. Siswa yang memperoleh penghargaan  yang melebihi target diberi medali emas, yang masuk dalam kelompok di bawahnya diberi medali perak, dan selanjunya perunggu, sampai yang belum memperoleh medali.

Edaran Jadwal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2012/2013

Berdasarkan Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 421/5225 tanggal 9 Mei 2012 perihal Edaran Jadwal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2012/2013 dan Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 35 Tahun 2010 tentang Pedoman Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada Satuan Pendidikandi Kabupaten Kulon Progo, berikut kami sampaikan Edaran Jadwal Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2012/2013 Kabupaten Kulon Progo.

untuk mengunduh edaran klik disini

Senin, 14 Mei 2012

Penilaian Kinerja Kepala Sekolah


Pada saat ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sedang mengembangkan pilar mutu pendidik dan tenaga kependidikan, yaitu Uji Kompetensi, Penilaian Kinerja, dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan.  Masalah utama kebijakan adalah   “Bagaimana meningkatkan mutu kepala sekolah melalui sistem rekrutmen dan pembinaan yang memenuhi standar agar  kompetensi dan kinerja profesional kepala sekolah memenuhi kebutuhan peningkatan mutu lulusan?”. Artinya,  kepala sekolah  mampu mewujudkan  keunggulan mutu lulusan sekolahnya.
Kepala sekolah yang profesional mampu merumuskan mutu lulusan yang ideal untuk satuan pendidikan yang dipimpinnnya. Dan, keunggulan profesinya ditentukan dengan kesanggupan untuk mewujudkan cita-cita terbaik sekolahya.
Untuk itu, setiap kepala sekolah harus memiliki keterampilan untuk  mendeskripsikan indikator dan kriteria mutu lulusan yang dicita-citakannya sebagai landasan pengembangan visi, misi, tujuan, dan strategi untuk  mewujudkannya.

Rabu, 02 Mei 2012

Upacara Memperingati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2012


Pada periode tahun 2010 sampai 2035 Indonesia harus melakukan investasi besar-besaran dalam bidang pengembangan sumber daya manusia sebagai upaya menyiapkan generasi 2045, yaitu 100 tahun Indonesia merdeka. Oleh karena itu, akses seluas-luasnya harus diberikan kepada seluruh anak bangsa untuk memasuki dunia pendidikan; mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) sampai ke perguruan tinggi. Perluasan akses tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas pendidikan, sekalipun semua memahami bahwa pendidikan itu adalah sistem rekayasa sosial terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan, keharkatan dan kemartabatan. Demikian amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhammad Nuh yang disampaikan oleh Pembina Upacara Ibu Asmiyati Dwi Astuti, S.Pd.SD. memperingati Hari Pendidikan Nasional di Halaman SD Negeri Kamal Selasa pagi (2/5).

Pendidikan, Rekayasa Sosial Masyarakat


Yogyakarta --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengatakan, pendidikan merupakan sebuah sistem yang bisa mengubah harkat dan martabat manusia. Pendidikan yang baik juga dijadikan eskalator untuk menaikkan kehidupan sosial masyarakat. Demikian disampaikan Mendikbud dalam seminar pendidikan yang bertema ‘Membangun Pancasila Melalui Pendidikan’, di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Yogyakarta, Selasa (1/05).
Pentingnya pendidikan, kata Mendikbud, harus ditandai dengan tingkat kecerdasan masyarakat. Masyarakat yang cerdas memiliki cirri khusus. Salah satunya, mampu menyelesaikan masalah tanpa perlu biaya tinggi, dan tidak mempersoalkan lagi persoalan yang ada. “Kalau orang cerdas, setiap ketemu masalah pasti yang akan dipikirkan adalah solusinya, bukan malah mencari masalah baru,” tuturnya.

Mendiknas Meminta Orang Tua dan Guru Memberi Perhatian Siswa



Jakarta --- Selain keluarga sekolah juga memiliki tanggung jawab untuk membina karakter siswa. “Tidak hanya mengajarkan ilmu, tapi sekolah juga diminta untuk memberi sentuhan-sentuhan dialog dari hati ke hati,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh seusai berdialog dengan siswa yang diamankan pihak kepolisian karena terlibat tawuran usai ujian nasional, Jumat (20/04).

Menteri Nuh berprinsip bahwa pada dasarnya siswa-siswa tersebut adalah anak-anak yang baik. Hanya dalam perjalanannya, baik karena lingkungan maupun keinginan untuk ikut-ikutan mereka terjebak dalam tawuran dan tindak kriminal. “Tugas kita adalah meyakinkan mereka bahwa mereka masih bisa berubah ke arah yang lebih baik,” ujar Mendikbud pada media yang ikut menyaksikan dialog Mendikbud dengan siswa dan para orang tua, di ruang pertemuan Polda Metro Jaya, Jumat (20/04).

Mendikbud mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam mengamankan para siswa agar tidak terjebak dalam tindakan kriminal. Dan kepada orang tua, Menteri Nuh berpesan agar memberi perhatian pada putra putrinya. Mendikbud menegaskan, pihaknya akan mendukung kepolisian untuk memberi sanksi tegas pada siswa yang berulang kali melakukan tindak kriminal.

Pentingnya Keluarga Sebagai Tempat Pendidikan Karakter Anak


Pendidikan anak dewasa ini semakin menjadi perhatian utama dan prioritas para orang tua. Ada beberapa penyebab : Kesadaran akan pentingnya "bersekolah" dan kesadaran akan arti "sekolah", namun tidak jarang ada pula penyebab lain, yakni ingin menyerahkan beban pendidikan / tugas pendidikan ke sekolah (dan para pendidik) - entah karena memahami adanya "value added" di sekolah, atau karena frustrasi, sulit mengarahkan anaknya sendiri di rumah (jadi biar tidak pusing-pusing, anaknya di sekolahkan saja)... Apapun alasan kita para orang tua dalam menyekolahkan anak, seyogyanya kita memahami prinsip bahwa :

Keluarga adalah tempat pertama dan utama pendidikan seorang anak
Keluarga = sekolah plus

Selama ini, kita mencari sekolah plus, untuk bisa mengatasi "kekurangan" yang ada di rumah atau di dalam pola asuh kita terhadap anak. Namun, kita sering lupa, setelah kita memasukkan anak ke sekolah "plus", kita tidak mempelajari dan mengambil "nilai plus"-nya untuk diterapkan di rumah. Akibatnya, di rumah tetap minus dan "plus"-nya tertinggal di sekolah.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...